Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Terimakasih 2018

Tahun ini adalah tahun dimana aku merasa bahwa aku menjadi orang yang sangat lain dari aku yang biasanya. Di awal tahun aku mendapatkan seorang pendamping yang menurutku sangat luar biasa. Dia mengubahku. Benar-benar mengubahku menjadi lebih baik. Dari yang terlalu sering bermain dengan api menjadi lebih sering bermain dengan angin yang menyejukkan. Duniaku hanya tentang dia. Hingga saat ini pun tetap sama, duniaku masih dirinya, tidak pernah berubah. Dia mengajarkanku untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih tangguh, lebih sabar dalam menghadapi suatu persoalan, dan mengalah terhadap sesuatu yang memang lebih baik kita mengalah saja daripada melawannya. Aku belajar pula bagaimana lebih menghargai orang lain dan sesuatu. Kami sungguh saling melengkapi sejauh ini. Terimakasih tahun ini, kau memberikan aku hadiah awal tahun yang sangat luar biasa dengan menghadirkan dia di hidupku. Aku pun berterimakasih terhadap pengalaman. Pengalaman mengajarkan aku untuk lebih dewasa dan lebi...

Sia-sia ?

Jika kita bahas tentang perjuangan entah siapa yg berjuang untuk siapa atau apa yang telah kita perjuangkan, itu tidak akan pernah membawa keuntungan dan perubahan apapun melainkan hanya kecewa dan kecewa yang semakin lama akan semakin besar. Namun bukan berarti kita harus diam terhadap apa yang sudah di perjuangkan selama ini yang kemudian seketika menjadi tidak berarti. Jangan, jangan diamkan itu. Dia yang tidak menghargaimu harus tau apa yang sudah kamu korbankan kamu berikan untuk dia. Bukan, sekali lagi bukan karena ingin pamrih terhadap apa yang sudah diberikan selama ini. Banyak yang bilang itu pamrih. Tapi buat saya itu adalah cara agar dia tau dia mengerti dia bisa berpikir kembali bahwa selama ini saya berusaha bukan hanya untuk diri saya sendiri melainkan untuk kita. Pasti banyak yang sudah diberikan entah dalam bentuk materi, rasa, fisik, atau apa saja yang kita miliki. Kadang kita terlalu asik membahagiakan dia yang kita anggap berarti hingga lupa membahagiakan diri sendi...

Pembuktian

Semuanya selalu hadir mengingatkan kembali tentang kenangan yang tak berujung. Bagaimana yakinmu bagaimana tekadmu bagaimana percayamu bahwa semuanya akan baik- baik saja membuat hari-hariku semakin bersemangat semakin yakin bahwa kita punya harapan di tengah cibiran yang memang layak kita dapatkan. Bukti. Iya aku ingin membuktikan pada semuanya kita tidak salah. Kita tidak salah. Hanya waktunya saja yang kurang tepat. Akupun yakin dan percaya bahwa kau juga ingin membuktikannya. Aku senang kita berjuang bersama-sama menyelesaikan segala perkara yang kita anggap bukan apa-apa kita pasti bisa. Aku senang kita tetap bahagia menutup telinga terhadap pandang orang. Iya asal itu denganmu. Sungguh aku senang. Begitulah yang akan dirasakan orang yang sedang dimabuk asmara. Tapi saat aku mulai tersadar dari mabukku kenapa aku merasa hanya aku yg berlari. Tak mengapa. Bukan masalah bagiku. Karena aku yang mencintaimu secara genap ini tak mau menuntut banyak darimu.

Sebuah Awal

Kala itu dibalik sebuah perbukitan kita merajut banyak kenangan yang bagiku teramat manis jika hanya berakhir disitu. Indah sekali, aku tersenyum mengingatnya. Menatap rembulan kala itu menjadi hal yang terlalu manis untuk aku lupakan. Tidak, aku tidak mendengar kata-kata romantis serta bualan dari mulutnya saat itu tidak. Aku nyaman dengan kesunyian malam yang diiringi suara jangkrik itu saat bersamamu. Saat itu aku berpikir ini akan berlalu dan tak akan berarti apa-apa baginya. Ku angkat daguku dari tempatnya bersandar dan ku berharap bahwa semua ini hanya mimpi. Aku tak mau merasakannya lagi. Niat bulatnya selalu membuatku terkagum-kagum. Segala hal tentangnya membuat aku semakin tinggi bermimpi untuk merasakan kembali apa yang selama ini telah mati. Ya aku merasakannya kembali. Perasaan ingin saling membahagiakan. Terimakasih kamu telah hadir dan membuatku bahagia hingga merasa tak akan pernah kehilanganmu. - cak -