Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Rumah yang Berbeda

Perjalanan menuju rumah kali ini mengingatkanku akan sesuatu. Ringroad Barat yang ku lewati kali ini terasa sangat muram. Di tengah perjalanan aku teringat salah satu kawan terbaikku yang kerap ku panggil Abang, karena dia empat tahun lebih tua dariku. Hampir setiap hari jumat dia menungguku berkemas sejenak untuk pulang selepas kuliah sambil mengoceh kenapa tidak menyiapkan dari awal sampai dia harus menunggu. Lucu bukan, dia mengoceh tapi tetap menunggu. Orang tua memang selalu cerewet untuk masalah sepele.  Tak lama kami berangkat, dia dengan motor Verza dan helm capungnya sedangkan aku dengan motor Mio dan helm penuh stiker bola. Yang ku ingat dia selalu ada di belakangku sampai kami berpisah di jembatan layang sekitar Gamping, dia berbelok ke arah kiri sambil berkata dengan bahasa Jawanya yang medhok, "aku dishik yo, koe ati-ati." sambil membunyikan klaksonnya dan aku masih lurus menuju jalan Wates sambil membalasnya dengan senyum dan lambaian tangan sambil berteriak, ...

Mengeja Rasa Tak Bernama

Rasa nyaman merupakan pintu menuju sejuta rasa tak bernama. Kita dihadapkan pada keadaan dimana hati merasa bahagia, jantung yang sering berdebar dan wajah yang selalu tersenyum saat menatap gawai. Semuanya menjadi indah seakan-akan dunia sedang berpihak pada kita. Obrolan-obrolan yang membuat kita merasa bahwa kita sepemikiran, sepemahaman, saling mengerti juga sefrekuensi sering memabukan kita dalam sekejap. Hanya melalui sebuah obrolan, semudah itu kita merasa nyaman dengan seseorang. Jika sudah nyaman, pasti akan terus berlanjut waktu ke waktu, tahap demi tahap, secara perlahan namun pasti. Nyaman, jalani dan nikmati prosesnya. Status bukan lagi sesuatu yang prioritas.  Namun kita sering lupa, tanpa status menjadikan kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hubungan tanpa hak juga tanpa kewajiban. Kita sadar konsekuensi jatuh cinta adalah terluka. Namun kita tak pernah sadar bahwa konsekuensi menikmati sebuah kenyamanan adalah membawa kita pada kekecewaan dan keterpurukan seca...

Hubungan Baru Dengan Cara Baru

Hari itu aku tidak tekejut ketika mendengar kabar bahwa Frans akan menikah pada minggu kedua di bulan Juni karena sebelumnya aku telah mendengar bahwa mereka sedang mempersiapkan pernikahan. Sialnya, aku merasa tak karuan. Aku merasa tak menentu dan hilang akal. Aku bingung ketika mendapatkan undangan pernikahan mereka. Semua perasaan tak nyaman berkumpul dan memuncak di satu titik teratas di diriku. Ternyata perasaan ini belum berakhir. Aku tidak mengatasinya dengan benar.  Beberapa hari kemudian aku memasang aplikasi jodoh ( Tinder)  di ponseku, aku menumpahkan segala perasaan tak karuanku di aplikasi tersebut. Aku saling menyapa dengan banyak pria, baik pria lokal maupun pria asing. Siapapun yang ku jumpai disana ku sambut dengan terbuka. Cukup menghibur. Oh tidak. Sangat terhibur. Aku bertemu dengan seorang pria asing, aku jadi belajar bahasa inggris yang baik. Sangat menyenangkan. Dia bertanya padaku, apa yang aku cari di Tinder . Aku berkata, "i'm looking for a future hu...

Lari Dari Zona Nyaman

Pilihan yang dibuat dengan terburu-buru terkadang membuat kita menyesali pilihan tersebut. Aku memutuskan sesuatu ketika sedang dalam masalah, cenderung lari untuk menyelesaikan masalah adalah hal yang sering ku lakukan. Menurutku pergi merupakan jalan terbaik karena dengan pergi semuanya akan berakhir. Nyatanya tidak begitu. Pergi tak membuat hatiku lebih baik, malah semakin terluka. Aku semakin tidak karuan, semakin sakit dan merasa selalu gelisah.  Kali ini aku pergi karena ingin mengakhiri hubunganku dengan kekasihku. Aku tidak dapat melanjutkan hubungan kami yang sudah berjalan 18 bulan ini. Tak mudah baginya untuk menerima semua alasanku karena apapun penjelasan yang aku sampaikan hanya akan menjadi sebuah alasan demi alasan yang terdengar menyebalkan untuknya. Ku katakan bahwa aku akan pergi melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, dia bilang dia akan menunggu. Ku katakan bahwa kemungkinan aku tak akan kembali ke Bali, dia tidak menjawab. Aku muak dengan sikapnya yang tidak per...

Bagaimana Cara Memulai ?

Ku buka, ku tutup, ku buka lagi dan ku tutup lagi. Mulai dari mana, mulai seperti apa, bagaimana, apa yang mau dikatakan. Aku tak tahu. Sangat suliu memulai untuk berbicara bahwa aku merindukanmu. Aku ingin kembali. Aku menyesal.  Akhir-akhir ini aku memikirkan tentang kita yang tak seharusnya berakhir. Memikirkan aku yang tak seharusnya menolakmu sekian kali untuk kembali. Sesulit itukah menurunkan ego?  Maafkan aku yang keras kepala, egois, penuh gengsi, juga atas luka yang ku goreskan. Maafkan aku. Jika aku memintamu kembali, mungkinkah kau kembali ? Aku ragu. Kini kau telah dengannya. Aku tak tahu apakah kau bahagia dengannya atau tidak. Aku berharap kau tak bahagia dengannya. Seseorang melamarku dan aku menolaknya karena memikirkanmu. Egois bukan ? Aku menyakitinya yang tulus padaku demi keyakinan yang tidak ku yakini dengan sungguh. Jika aku mengatakannya, apakah kau akan berakhir dengannya ? Jahat sekali aku menjadi orang ketiga. Tapi aku tetap ingin mengatakannya, agar...

Pelarian

Maret, 2021 Menyakitimu, membuatmu kembali terluka. Maafkan aku yang tak bisa bahagia setelah melakukan itu padamu, karena disini, akupun terluka. Menyesal tak pernah berguna dan tak akan merubah banyak hal, selain membuatku semakin dalam terluka. Membayangkan kau membenci, mencaci dan mengutukku dengan amarah terkadang melintas dibenakku dan ku harap itu melegakanmu. Kita sepasang kekasih yang saling mencintai sampai ego membutakanku hingga meninggalkanmu.  Waktu, maaf. Kembali aku menyalahkanmu yang berlalu begitu cepat tanpa menyadari bahwa perasaan ini telah hilang digantikan rasa takut untuk melanjutkan. Lagi lagi aku harus pergi dan lari meninggalkan keluarga, kerabat dan sahabatku disaat aku telah berdamai dengan mereka dan diriku. Aku kesal dengan diriku yang membuat segalanya menjadi rumit untukku sendiri. Aku kesal dengan waktu dan keadaan yang mempertemukan kita. Namun, tak lupa aku bersyukur. Karenamu, aku dapat berdamai dengan keadaan. Menghadirkanmu mungkin bagian dar...