Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sesal

Malam semakin larut diiringi bunyi binatang malam yang makin nyaring berselimutkan dinginnya malam. Mata yang terpejam tak benar-benar terlelap. Terbangun aku oleh kenangan masa lalu yang tiba-tiba hadir begitu saja. Terlebih yang membuatku terbangun bukanlah kenangannya, melainkan pikiranku yang berandai-andai penuh rasa bersalah. Pernahkah kau yakin akan sesuatu hal selama beberapa tahun yang bahkan kau sendiri saja lupa pernah melakukan kesalahan ? Aku mengalaminya malam ini. Rasa penyesalan yang muncul setelah segalanya sudah terlalu lambat untuk kembali atau bahkan untuk diperbaiki. Seseorang yang mencintai aku dengan sepenuh hatinya, yang bahkan mencintai aku lebih dari dirinya sendiri. Laki-laki dengan semangat dan kegigihannya untuk memperjuangkan aku. Manusia biasa yang tetap menunggu dengan rasa sakitnya agar aku kembali. Aku mencampakkannya. Maafkan aku, aku menyakitimu. Penyesalanku karena kau yang terbaik diantara yang baik sekaligus yang terburuk diantara yang bur...

Surat Rindu Sahabat

"Selamat Pagi" isi pesanku padamu tiap ku hendak megawali hari. "Good night, i love you" isi pesanku saat badan sudah lelah melewati hari yang panjang sembari memikirkanmu berberapa kali. Iya, aku suka melakukan hal sepele itu. Apapun itu asal tentangmu aku suka dan aku menikmatinya, meskipun "Hmm", "Iya", "Oke","Gak papa" adalah jawaban andalanmu sepanjang apapun pesan yang ku kirimkan.  Kadang aku berpikir, haruskah aku pergi mencari yang lain? Ada banyak hal yang mendukungku untuk pergi. Tapi mengapa aku tak pergi ? Mengapa aku tetap begini ? Karena tidak semua proses itu menyenangkan, berjuang itu melelahkan,merindukanmu itu menyebalkan, menunggumu itu konsekuensi. Tapi  aku menyukainya. Aku menikmatinya. Aku menikmati prosesnya, berproses denganmu. Maka tolong, kita berjarak ratusan bahkan ribuan kilometer, terlalu jauh untuk hanya menerima jawaban singkat pesanmu. Jangan membuatku terbiasa tanpamu. 

Mengenang Rasa

Pagi ini aku terbangun dengan sosokmu yang masih melintasi ruang pikiran. Teringat betapa sering aku mengabaikan rasa yang sebeneranya tak pernah benar-benar pergi. Aku ingat hari pertama kau mengirim pesan. Aku ingat hari dimana kita berdoa bersama. Aku ingat saat berteduh di emperan ruko saat hujan. Aku ingat malam-malam kita berkeliling menikmati indahnya Yogyakarta. Aku ingat malam di tepi pantai saat kau bilang "nikmati saja suasananya". Aku ingat saat kita saling mengkhawatrikan satu sama lain. Aku ingat kau mulai menghilang. Aku ingat kau benar-benar pergi dan tak kembali. Aku masih tetap menunggumu kembali.  Hatiku seperti ditebas saat mengingatmu, mengingat kita serta segala kenangannya. Taukah kau ? Aku sakit. Aku tak tau cara untuk pulih. Aku tak tau cara berhenti. Aku tak tau harus mengakhirnya dengan cara apa. Jika memang semua cara yang orang katakan mudah untuk dilakukan, aku tak akan seterluka ini. Sudahlah. Yakinku padamu yang tak akan pernah pergi adal...