Malam semakin larut diiringi bunyi binatang malam yang makin nyaring berselimutkan dinginnya malam. Mata yang terpejam tak benar-benar terlelap. Terbangun aku oleh kenangan masa lalu yang tiba-tiba hadir begitu saja. Terlebih yang membuatku terbangun bukanlah kenangannya, melainkan pikiranku yang berandai-andai penuh rasa bersalah. Pernahkah kau yakin akan sesuatu hal selama beberapa tahun yang bahkan kau sendiri saja lupa pernah melakukan kesalahan ? Aku mengalaminya malam ini. Rasa penyesalan yang muncul setelah segalanya sudah terlalu lambat untuk kembali atau bahkan untuk diperbaiki. Seseorang yang mencintai aku dengan sepenuh hatinya, yang bahkan mencintai aku lebih dari dirinya sendiri. Laki-laki dengan semangat dan kegigihannya untuk memperjuangkan aku. Manusia biasa yang tetap menunggu dengan rasa sakitnya agar aku kembali. Aku mencampakkannya. Maafkan aku, aku menyakitimu. Penyesalanku karena kau yang terbaik diantara yang baik sekaligus yang terburuk diantara yang bur...