Langsung ke konten utama

Postingan

BIMBEL MATEMATIKA ONLINE DAN OFFLINE AREA YOGYAKARTA

  Les Private Matematika Online dan Offline Area Yogyakarta Persiapan Ulangan harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir semester. Tidak hanya mengajarkan RUMUS CEPAT tapi juga KONSEP DASAR.  Pembelajaran matematika yang sulit sering membuat siswa kesulitan dan memilih rumus cepat. Ini menjadi instan tapi membuat dasar matematika siswa menjadi tidak kuat sehingga kesulitan mengikuti pembelajaran matematika di jenjang yang lebih tinggi. Di sini kami tidak hanya membantu siswa membuat PR dan persiapan ujian tapi juga memperkuat konsep matematika dasar dan pemahaman siswa melalui pembelajaran yang menarik. Ayo segera hubungi untuk info lebih lanjut! Harga terjangkau dengan pengajar yang berpengalaman dan pembelajaran yang fun learning.
Postingan terbaru

Pelukku Untuk Peliknya

Pikirannya mungkin terlalu berat. Beban yang ditanggungnya juga mungkin tak sedikit. Ada keluarga yang sedang berusaha ia banggakan. Mungkin terlambat untuk menyadari bahwa keluarga dan masa depannya adalah yang utama.  Setiap ia bertemu denganku, ia akan memelukku sangat erat dan lama. Mulanya, aku merasa tenang untuk setiap pelukan yang ia berikan. Lambat laun aku menyadari dari setiap hembusan nafas yang ia keluarkan kala aku memeluknya. Ku harap setiap detik yang berlalu dalam dekapan itu meringankan segala sesuatu yang menjadi bebannya.  Seringkali aku memikirkan betapa menyedihkannya aku, menjadi tempatnya berlari kala ia penat dan lelah dengan keadaannya. Namun, mungkin baginya aku adalah rumah ternyaman, tempat dimana ia bisa merasa tenang walau hanya sesaat. Ikhlas tanpa berharap lagi-lagi harus kulakukan. Membantunya memikul beban sambil memikul bebanku sendiri. Memeluk dan menepuk pundaknya sambil mengubur perasaanku. Biar kubuat bahagiaku setelah ia mendapatkan bah...

Nightmare

Seharusnya kau terus menggenggamku, seharusnya aku tak melepas genggamanmu. Entah aku entah kau, kita tak tahu harus berbuat pada waktu yang akhirnya membuat kita terpisah. Kini aku tersiksa, tenggelam dalam penyesalan yang tak berujung. Tak tahu harus bangkit dengan cara apa, memulai dari titik mana dan melewati waktu yang kian berlalu dengan pikiran yang kosong. Sejak saat itu segala yang ku lalui menjadi abu-abu. Kesempatan demi kesempatan datang. Mengapa tak ku sadari? Kali terakhir, aku tahu itu adalah kesempatan terakhir darimu. Bodohnya aku. Apa yang sekarang harus ku lakukan? Bagaimana menebus semuanya? Adakah jalan untuk berhenti meratap? Aku lelah, terlelap bersama rangkaian mimpi yang membuat hariku harus di awali perasaan yang buruk. Mimpi yang terus menghantui dan membuatku takut untuk tidur.  Ku rasa sebesar itulah penyesalanku hingga bayangmu terus menghantui sampai ke mimpiku. Bagiku kau adalah impianku, cita-citaku dan masa depanku hingga beberapa saat yang lalu. K...

Rumah yang Berbeda

Perjalanan menuju rumah kali ini mengingatkanku akan sesuatu. Ringroad Barat yang ku lewati kali ini terasa sangat muram. Di tengah perjalanan aku teringat salah satu kawan terbaikku yang kerap ku panggil Abang, karena dia empat tahun lebih tua dariku. Hampir setiap hari jumat dia menungguku berkemas sejenak untuk pulang selepas kuliah sambil mengoceh kenapa tidak menyiapkan dari awal sampai dia harus menunggu. Lucu bukan, dia mengoceh tapi tetap menunggu. Orang tua memang selalu cerewet untuk masalah sepele.  Tak lama kami berangkat, dia dengan motor Verza dan helm capungnya sedangkan aku dengan motor Mio dan helm penuh stiker bola. Yang ku ingat dia selalu ada di belakangku sampai kami berpisah di jembatan layang sekitar Gamping, dia berbelok ke arah kiri sambil berkata dengan bahasa Jawanya yang medhok, "aku dishik yo, koe ati-ati." sambil membunyikan klaksonnya dan aku masih lurus menuju jalan Wates sambil membalasnya dengan senyum dan lambaian tangan sambil berteriak, ...

Mengeja Rasa Tak Bernama

Rasa nyaman merupakan pintu menuju sejuta rasa tak bernama. Kita dihadapkan pada keadaan dimana hati merasa bahagia, jantung yang sering berdebar dan wajah yang selalu tersenyum saat menatap gawai. Semuanya menjadi indah seakan-akan dunia sedang berpihak pada kita. Obrolan-obrolan yang membuat kita merasa bahwa kita sepemikiran, sepemahaman, saling mengerti juga sefrekuensi sering memabukan kita dalam sekejap. Hanya melalui sebuah obrolan, semudah itu kita merasa nyaman dengan seseorang. Jika sudah nyaman, pasti akan terus berlanjut waktu ke waktu, tahap demi tahap, secara perlahan namun pasti. Nyaman, jalani dan nikmati prosesnya. Status bukan lagi sesuatu yang prioritas.  Namun kita sering lupa, tanpa status menjadikan kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hubungan tanpa hak juga tanpa kewajiban. Kita sadar konsekuensi jatuh cinta adalah terluka. Namun kita tak pernah sadar bahwa konsekuensi menikmati sebuah kenyamanan adalah membawa kita pada kekecewaan dan keterpurukan seca...

Hubungan Baru Dengan Cara Baru

Hari itu aku tidak tekejut ketika mendengar kabar bahwa Frans akan menikah pada minggu kedua di bulan Juni karena sebelumnya aku telah mendengar bahwa mereka sedang mempersiapkan pernikahan. Sialnya, aku merasa tak karuan. Aku merasa tak menentu dan hilang akal. Aku bingung ketika mendapatkan undangan pernikahan mereka. Semua perasaan tak nyaman berkumpul dan memuncak di satu titik teratas di diriku. Ternyata perasaan ini belum berakhir. Aku tidak mengatasinya dengan benar.  Beberapa hari kemudian aku memasang aplikasi jodoh ( Tinder)  di ponseku, aku menumpahkan segala perasaan tak karuanku di aplikasi tersebut. Aku saling menyapa dengan banyak pria, baik pria lokal maupun pria asing. Siapapun yang ku jumpai disana ku sambut dengan terbuka. Cukup menghibur. Oh tidak. Sangat terhibur. Aku bertemu dengan seorang pria asing, aku jadi belajar bahasa inggris yang baik. Sangat menyenangkan. Dia bertanya padaku, apa yang aku cari di Tinder . Aku berkata, "i'm looking for a future hu...

Lari Dari Zona Nyaman

Pilihan yang dibuat dengan terburu-buru terkadang membuat kita menyesali pilihan tersebut. Aku memutuskan sesuatu ketika sedang dalam masalah, cenderung lari untuk menyelesaikan masalah adalah hal yang sering ku lakukan. Menurutku pergi merupakan jalan terbaik karena dengan pergi semuanya akan berakhir. Nyatanya tidak begitu. Pergi tak membuat hatiku lebih baik, malah semakin terluka. Aku semakin tidak karuan, semakin sakit dan merasa selalu gelisah.  Kali ini aku pergi karena ingin mengakhiri hubunganku dengan kekasihku. Aku tidak dapat melanjutkan hubungan kami yang sudah berjalan 18 bulan ini. Tak mudah baginya untuk menerima semua alasanku karena apapun penjelasan yang aku sampaikan hanya akan menjadi sebuah alasan demi alasan yang terdengar menyebalkan untuknya. Ku katakan bahwa aku akan pergi melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, dia bilang dia akan menunggu. Ku katakan bahwa kemungkinan aku tak akan kembali ke Bali, dia tidak menjawab. Aku muak dengan sikapnya yang tidak per...