Maret, 2021
Menyakitimu, membuatmu kembali terluka. Maafkan aku yang tak bisa bahagia setelah melakukan itu padamu, karena disini, akupun terluka. Menyesal tak pernah berguna dan tak akan merubah banyak hal, selain membuatku semakin dalam terluka. Membayangkan kau membenci, mencaci dan mengutukku dengan amarah terkadang melintas dibenakku dan ku harap itu melegakanmu.
Kita sepasang kekasih yang saling mencintai sampai ego membutakanku hingga meninggalkanmu.
Waktu, maaf. Kembali aku menyalahkanmu yang berlalu begitu cepat tanpa menyadari bahwa perasaan ini telah hilang digantikan rasa takut untuk melanjutkan.
Lagi lagi aku harus pergi dan lari meninggalkan keluarga, kerabat dan sahabatku disaat aku telah berdamai dengan mereka dan diriku. Aku kesal dengan diriku yang membuat segalanya menjadi rumit untukku sendiri. Aku kesal dengan waktu dan keadaan yang mempertemukan kita.
Namun, tak lupa aku bersyukur. Karenamu, aku dapat berdamai dengan keadaan. Menghadirkanmu mungkin bagian dari rencananya untuk mempersatukanku kembali dengan mereka, keluargaku dan sahabatku.
Kini, ijinkan aku meminta maaf dengan tulus. Maafkan aku. Aku berharap kelak kau menemukan dia yang tak pernah tau cara melukaimu juga meninggalkanmu.
Dari aku,
Yang melukaimu dengan sangat dalam.
Komentar
Posting Komentar